Seleraksara — Memanjakan Pikiran, Merayakan Tulisan.
Program ini dibagi menjadi 3 tahapan utama yang mengadopsi istilah dunia kuliner:
1. Amuse-Bouche (Mencicipi Aksara)
Aktivitas: Setiap awal bulan, diselenggarakan blind tasting. Buku-buku akan dibungkus kain atau kertas samaran, hanya menyisakan “Menu Khasiat” di bagian luar (contoh: Buku ini mengandung ekstrak motivasi 50% dan rintangan hidup 50%, cocok untuk yang sedang jenuh).
Metode: Peserta diberikan waktu 15 menit untuk membaca bab pertama (Appetizer). Jika mereka merasa “cocok dengan rasanya”, mereka boleh meminjam/membawa pulang buku tersebut untuk “dihabiskan”.
2. Main Course (Mengunyah Makna)
Aktivitas: Proses membaca mandiri atau berkelompok secara mendalam selama 2-3 minggu
Jurnal Rasa (Reading Log): Peserta tidak menulis rangkuman bab, melainkan mengisi kartu “Ulasan Rasa” (Rating bintang untuk plot, kutipan paling gurih/berkesan, dan efek pemikiran yang dirasakan setelah membaca).
3. Dessert (Merayakan Tulisan)
Aktivitas: Ini adalah puncak acara bulanan. Peserta berkumpul dalam suasana santai seperti di kafe (diiringi musik instrumental lembut).
Menuang Angan: Peserta merayakan buku yang sudah selesai dibaca dengan cara menuliskan satu paragraf refleksi, puisi, atau surat untuk karakter di dalam buku tersebut pada selembar kartu pos estetik.
Kartu pos ini kemudian ditempel di “Dinding Rasa” agar bisa dibaca dan menginspirasi pengunjung lainnya.
Acara Puncak (6 bulan sekali): “Blind Date with a Book”
Sebulan sekali, diadakan event khusus di mana beberapa buku dibungkus dengan kertas cokelat samaran (sampul aslinya tidak kelihatan). Di bagian luar pembungkus, hanya dituliskan 3 kata kunci menarik (misalnya: Misteri, Lorong Waktu, Menegangkan).
Peserta harus memilih buku secara acak berdasarkan kata kunci tersebut dan berkomitmen untuk menyelesaikannya dalam waktu 2 minggu. Ini melatih mereka untuk keluar dari zona nyaman genre bacaan yang itu-itu saja.